I'm Asep Rudi Casmana: Tulisanku membawaku terbang ke Thailand

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Sabtu, 20 April 2013

Tulisanku membawaku terbang ke Thailand


Oleh Asep Rudi Casmana

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Penerima Beasiswa Unggulan dari BPKLN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

136647764042812510
“Kuncinya adalah fokus”
Teman saya pernah mengatakan bahwa salahsatu dari kunci kegagalan seseorang dalam menggapai impiannya adalah tidak fokus. Namun jika kita fokus kepada salahsatu yang kita inginkan, maka akan menjadi kesuksesan yang kita peroleh dalam kehidupan.
Setelah berhasil menelusuri pusat kota hinggga pelosok Negara Malaysia dan Singapura, target impian saya berikutnya adalah mengunjungi Negara Thailand. Entah bagaimana caranya, Thailand masuk kedalam daftar negarat yang ingin saya kunjungi.Ketika mendapatkan peluang, saya tidak menyianyiakan-NyaSegera saya applypersyaratannya hingga saya dinyatakan lolos.
“Jangan pernah menyianyiakan kesempatan, karena kesempatan itu belum tentu datang untuk keduakalinya
Malam itu saya baru saja menyelesaikan tugas-tugas kuliah. seperti biasa saya selalu melaksanakan rutinutas sebelum tidur yaitu membuka internet untuk sekadar membaca berita terbaruNamun malam itu rasanya sangat malas untuk membuka berita, saya hanya ingin update status di facebookSaat itu juga ada teman saya yang tag ininformasi mengenai Program pertukaran pelajar Indonesia-Thailand. Saat itu deadlinenya tinggal dua hari lagi, serta salah satu persyaratnya adalah harus membuat lima buah karya tulis dalam bahasa inggris dengan bentuk esay. Ini adalah pengalaman saya untuk mengikuti sebuah kompetisi pertukaran pelajar dengan membuat esay.Sesungguhnya saya tidak bisa berbahasa inggris, namun niat dan tekad saya sudah kuat untuk pergi ke Thailand. Meskipun deadline tinggal dua hari lagi, namun tetapdicoba dan fokus kepada persyaratan ini. Syarat yang lainnya adalah mengisi CV ataucurriculum vitae, dalam CV itu terdapat pertanyaan mengenai pengalaman organisasi,sehingga saya cantumkan bahwa saya pernah menjadi seorang Ketua Himpunan Mmahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik UNJ. Ini adalah cikal-bakal dari saya dan 20 orang mahasiswa Indonesia lainnya dapat lolos program pertukaran pelajar Indonesia-Thailand.
“Berusaha dan berdoa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan ketika kita memiliki sebuah impian dan cita-cita yang ingin dicapai”
Ketika kita sudah selesai berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang ingin kita gapai, maka selanjutnya kita pun harus dibarengi dengan doa. Rutin dalam menjalankan sholat lima waktu dan bahkan dilebihkan dengan menjalankan sholat sunat, seperti sholat Dhuha di pagi hari, sholat Tahajud di malam hari serta sholat-sholat sunah yang lainnyaLebih baik lagi jika dibarengi dengan puasa sunah pada hari senin dan kamis.Hal itu akan mengangkat derajatmu dimata Allah SWT. Namun ibadah itu tidak hanya dilaksanakan menjelang tes, tapi jadikanlah ibadah itu sebagai rutinitas sehari-hari, maka insya allah apa yang ingin kita peroleh akan terwujud.
Suatu hari ketika menjelang pengumuman, saya sempat lupa jika hari itu adalah hari kebahagiaan saya dimana saya dinyatakan lolos dan akan berangkat ke. Sungguh sangat bahagia saya bisa menjadi bagian dari 20 orang mahasiswa Indonesia yang terpilih untuk menjadi delegasi ke Thailand, mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari UI, UIN Jakarta, ITB, UGM, UNSOED, STAIN Porwokerto, UNPAR BANDUNG, UNS, UNJ dan juga yang lainnya. Kami semua berangkat ke Thailand.
“Guru yang paling baik adalah pengalaman”
ASEAN Youth Frameship Network atau lebih dikenal dengan AYFN merupakan salah satu program pertukaran pelajar dari Indonesia ke beberapa negara di ASEAN.Namun kesempatan kali ini adalah Thailand. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang baru kepada mahasiswa Indonesia untuk dapat mengikuti perkuliahan di Thailand mengenai Bahasa Thailand dan Pariwisaata, kampus tempat kami kuliah ada;ah University of Chiang Mai yang terletak di Thailand Utara. Tempat ini berbatasan langsung dengan China. Selain perkuliahan juga terdapat program fildtripuntuk explore Chiang Mai bersama 20 orang mahasiswa Indonesia lainnya. Program ini berbarengan dengan perayaan Songkran Festival, sehingga kami dapat menikmati pesta rakyat Thailand di Chiang Mai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 14 April 2013.
AYFN memiliki beberapa program yang diberikan kepada para peserta dari Indonesia. Berikut ini adalah rangkaian kegiatan yang diikuti oleh para peserta,
Welcome to AYFN program at Chiang Mai University
Dalam acara ini, para mahasiswa Indonesia disambut oleh perwakilan dosen serta beberapa orang mahasiswa Chiang Mai University. Mereka memperkenalkan diri dan menyambut kami. Para mahasiswa Indonesia juga diajak untuk mengelilingiLanguange Institute of Chiang Mai University. Tempat ini merupakan pusat pembelajaran mahasiswa Indonesia dalam menempuh ilmu di Chiang Mai. Proses adaptasi pun terjadi, kami menjadi saling mengenal satusama lain. Setelah itu kami diajak mengunjungi beberapa fakultas yang ada di University of Chiang Mai. Kampus ini sangat luas, sehingga kami menggunakan fasilitas Electric cars, sebuah mobil yang disediakan khusus untuk mobilitas mahasiswa CMU, karena jarak tempuh antar fakultasNya sangat jauh.
136647780596435085
Introduction to Thai Languange & Culture
Ini merupakan kegiatan inti dari program pertukaran pelajar. Para mahasiswa Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari Bahasa dan kebudayaan Thailand. Dosen kami bernama aa jan Dtum, dia merupakan seorang ahli Bahasa Thailand. Materi yang disampaikan merupakan materi dasar yang digunakan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari, seperti ucapan selamat, memperkenalkan diri, tempat-tempat terpopuler, penggunaan nomor sampai kepada proses jual-beli. Semua itu disajikan dalam proses perkuliahan di Thailand. Dalam proses ini, saya melihat sesuatu yang sangat berbeda dari kehidupan perkuliahan yang saya alami selama ini. Aa jan Dtum selalu datang pertama kali dan siap siaga di kelas sebelum para mahasiswa datang, ini merupakan suatu hal yang sangat saya kagumi terhadap Aa jan Dtum. Selain itu kami juga berkesempatan untuk mengikuti Lecture on Tourism.Ini merupakan perkenalan beberapa tempat wisata yang ada di Thailand. Kami diperkenalkan dengan beberapa tempat terpopuler yang selalu ramai dikunjungi oleh Tourist dari berbagai negara, seperti Phuket Beach, Pattaya Beach, Grand Palace, Doi Suttep, dan beberapa tempat yang lainnya.
13664779041984404580
Bahasa Indonesia Teaching Assistant Assignment
Languange Institute of Chiang Mai University merupakan suatu lembaga yang menaungi beberapa bahasa, salahsatunya adalah Bahasa Indonesia. LICMU memiliki Indonesian Corner yang dipimpin langsung oleh Ibu Hesty Aryani, beliau adalah seorang ahli bahasa alumni Universitas Gadjah Mada Jogjakarta yang sekaligus menjadi dosen utama dalam mengajarkan bahasa Indonesia kepada para mahasiswa Thailand. Dalam program ini kami berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan bersama para mahasiswa Thailand, satu orang mahasiswa Indonesia bertanggung jawab terhadap satu orang mahasiwa Thailand. Kami mengajarkan penggunaan nomor dan cara memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia. Proses ini sangat menarik dan senang, karena bisa berinteraksi langsung dengan mahasiswa Thailand.
Introduction to Thai Lanna Dance
Lanna Dance merupakan tarian tradisional Thailand Utara. Biasanya tarian ini digunakan untuk menyambut para tamu yang datang ke Thailand. Pada kesempatan ini kami diperkenalkan dan diajarkan menari Lanna, meskipun durasinya singkat namun sangat susah dalam mempelajarinya. Dosen yang mengajarkan kami sangat profesional, meskipun hanya sepintas namun ada beberapa dari mahasiswa Indonesia yang mahir dalam menari Lanna.
1366478026575113414
Maetaman Elephant Camp and Bamboo Rafting
Ini adalah bagian dari Chiang Mai Tour. Para mahasiswa Indonesia diajak untuk mengunjungi salahsatu tempat wisata terbesar di Chiang Mai, mereka melihat pertunjukan Gajah. Thailand merupakan negara yang identik dengan Gajah, salah satu mahasiswa Thailand mengatakan bahwa perbedaan dari Gajah Thailand dengan Gajah yang lain adalah bisa melakukan aktifitas seperti manusia. Seperti misalnya duduk, bermain bola, mengucapkan salam hingga melukis. Semua itu dapat dilakukan oleh Gajah Thailand. Kami juga berkesempatan untuk menaiki Gajah Thailand mengelilingi beberapa kampung disana. Moment terbaik disini adalah kami dapat menelusuri sungai Chiang Mai yang berjarak kurang lebih 3 Km dengan menggunakan Bamboo rafting. Ini sangat menyenangkan.
1366478156182119602
13664782122022233038
Introduction to Thai Cooking
Bukan hanya dibidang akademik, kami juga diajarkan untuk mempelajari praktek cara memasak masakan khas Thailand oleh Permpoon Nabnian. Mulai dari bahan-bahan yang harus dibeli di pasar, hingga masakan itu disajikan dan dimakan sendiri. Salahsat masakan yang saya sukai adalah Tomyam food, ini adalah masakan yang saya masak dan makan sendiri. Kami semua sangat menikmati proses dari memasaknya, sehingga hasilnya pun memuaskan. Selain itu kami juga diajarkan untuk memasak Kha Neow Mamuang (Sweet Sticky With mango), ini adalah masakan nasi dengan mangga. Sepintas memang terlihat mustahil, karena makan nasi dengan mangga. Namun setelah dicicipi, rasanya sangat nikmat.
1366478305143611510
1366478397209859691
Songkran Celebration
Songran merupakan perayaan tahun baru Thailand. Mereka selalu rutin melaksanakannya setiap tanggal 13,14 dan 15 April pada setiap tahunnya. Konon kabarnya bahwa Songkran adalah pertanda berakhirnya musim panas dan datangnya musim hujan di Thailand. Bukan hanya orang-orang Thailand yang dapat mengikuti Songkran, namun para tourist juga banyak yang ikut merayakanNya. Mereka sudah siap lengkap dengan water gun yang disandangnya, karena setiap orang yang ada pada tiga hari itu diwajibkan untuk basah. Sehingga wajar saja ketika kita berhenti di lampu merah jalan raya menjadi sasaran utama dalam perayaan sonngkran. Mereka tidak pernah marah, karena ini merupakan momen khusus untuk basah-basahan.
End of Day
Songkran merupakan akhir dari AYFN 2013. Para peserta berpisah dan kembali ke Indonesia. Program ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak pengalaman bagi kami yang mengikutinya.
13664785051385975850

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Oia Ratna, program ini bayar. Tapi dibiayain oleh kampus UNJ

      Hapus