I'm Asep Rudi Casmana: Tips Membaca Jurnal Internasional dalam tiga jam

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Minggu, 23 Oktober 2016

Tips Membaca Jurnal Internasional dalam tiga jam

Oleh Asep Rudi Casmana
Episode 7
“Sep, kalau ente males baca buku yang tebelnya segini (kurang lebih 300-400 lembar) dalam bahasa Inggris, lebih baik lo ga usah mimpi buat kuliah ke luar negeri”

University of York in the morning
Kembali ke masa saya belajar bahasa Inggris di Kampung Ingris pada tahun 2015.  Pada waktu itu, saya sedang belajar mengerjakan soal reading IELTS. Saya menyadari bahwa reading adalah salah satu masalah bagi saya. Saya tidak terbiasa membaca, jangankan jurnal internasional, artikel bahasa Indonesia saja jarang. Hasilnya, nilai IELTS saya khususnya yang reading sangatlah jelek. Salah satu hal yang saya lakukan dulu adalah menerjemahkan artikel soal reading Cambridge dari bahasa Inggris ke Indonesia. Hampir setiap hari saya lakukan mulai dari setelah solat subuh hingga larut malam, dan tak tahu waktu lagi. Suatu hari, salah satu kawan kosan saya di pare, (ia juga yang memberikan saran saya untuk dapat kuliah di University of York, dia alumni UGM) mengatakan sesuatu sangat pedas, seperti yang saya kutip diatas. Kalimat itu tidak pernah terlupakan karena saya sekarang merasakan sendiri budaya akademik di Inggris memang harus dan wajib membaca setiap harinya.

“Tiada hari tanpa jurnal internasional”

Seperti yang sudah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya mengenai budaya akademik di Inggris, memang membaca merupakan kunci utama dalam membuka jendela dunia. Kuliah di inggris akan terasa sangat mudah kalau kita rajin membaca. Namun bagaimana cara membaca yang sangat efektif sehingga tidak dapat menyita waktu kita?
Sejujurnya, saya masih ingat waktu acara Persiapan Keberangkatan penerima beasiswa LPDP angkatan 62, salah satu pembicaranya menanyakan kepada para awardee. Pertanyaan yang sangat simple namun membuat saya sadar akan pentingnya membaca. Pertanyaannya adalah “Siapa yang suka membaca jurnal internasional minimal 5 jurnal dalam seminggu?” Banyak orang mengacungkan tangannya sebagai sebuah tanda bahwa mereka selalu ranjin membaca. Namun saya tidak pernah mengacungkan tangannya. Hingga akhirnya dia menanyakan yang suka membaca minimal satu jurnal dalam seminggu, banyak juga orang mengacungkan tanggannya. Dan hanya saya yang tidak mengacungkan tangan. Ini sungguh sangat memalukan, saya tidak pernah membaca jurnal internasional sebelum PK LPDP. (Untuk para pembaca web saya, semoga pengalaman buruk yang memalukan ini tidak terulang untuk teman-teman, mari segera lanjutkan membaca jurnal).

As time goes on, segalanya berubah. Mulai dari kejadian itu, aku sadar akan pentingnya membaca jurnal internasional. Saya mencoba untuk membuat sebuah target bahwa seminggu minimal satu jurnal, yang akhirnya saya dapat melanjutkannya. Hinggal hal itu menjadi sebuah kebiasaan.
Namun, ketika saya mulai kuliah di Inggris, rasanya tidak mungkin kalau saya hanya satu jurnal dalam satu minggu. Yang ada saya akan mati kehausan ilmu, karena tidak dapat mengikuti perkembangan di kelas. Akhirnya target saya dinaikan dengan membaca satu jurnal dalam sehari.
Pada waktu itu, biasanya saya menghabiskan waktu dalam waktu enam jam dalam satu jurnal internasional. Teman-teman saya dari Jepang mengatakan bahwa waktu 6 jam dalam satu jurnal itu sungguh sangat cepat dalam memahami sebuah jurnal yang memang itu bukan bahasa kita. Namun ternyata, saya merasa bahwa waktu itu terbuang masih sangat sia-sia apabila kita menghabiskan hanya 6 jam dalam satu jurnal. Saya ingin waktu membaca saya lebih efektif dan efisien lagi dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas keilmuan saya sehingga waktu satu tahun di Inggris ini tidaklah sia-sia. Mengingat banyaknya buku dan jurnal yang wajib dibaca setiap minggunya.
Salah satu kuncinya adalah bertanya. Saya sangat senang menanyakan kepada teman-teman lain mengenai bagaimana cara mereka membaca, mengatur waktu belajar dan mempersiapkan waktu di kelas. Kebetulan teman-teman saya berasal dari Slovakia, China, United States of America, Japan, South Korea, dan England.

Dari sekian banyak sharing dan bertanya kepada teman-teman, akhirnya saya dapat menemukan sebuah cara yang dapat membuat saya bisa membaca jurnal internasional dalam waktu 3 jam saja untuk memahaminya. Ini sungguh pencapaian yang sangat luar biasa, saya sangat senang karena kini dalam sehari saya dapat membaca lebih dari satu jurnal Internasional. Bagaimana caranya? Berikut ini adalah cara saya membaca jurnal internasional hasil dari diskusi dengan teman-teman yang sudah terbiasa dan senang membaca.

Langkah pertama adalah siapkan catatan terlebih dahulu. Membaca tanpa menulis adalah tidak berguna, justru hal yang dapat menambah pengetahuan kita adalah dengan menuliskan kembali apa yang sudah kita tuliskan. Namun bagaimana cara menuliskan rangkuman yang dapat mudah dipahami? Jadi, setiap lembar buku catatan kita perlu dibagi menjadi tiga bagian, seperti yang terlihat digambar yang saya cantumkan ini. Bagian yang paling tengah itu adalah catatan utama kita. Disini kita perlu menuliskan rangkuman dari setiap paragraph yang sudah kita baca. Dalam satu paragraph cukup satu atau maksimal dua kalimat dan itu adalah kalimat kita sendiri, tanpa copy paste dari jurnal yang kita baca. Kemudian pada bagian sebelah kanan yang agak sedikit, itu diisi dengan data dan fakta dari jurnal yang kit abaca. Misalnya ada data statistic, atau teori yang penting yang harus kita tulis dan hafalkan. Tentunya yang sangat penting saja, tidak semua data atau teori yang kita temukan harus dituliskan disitu. Dan yang terakhri adalah pada kolom yang bawah, itu adalah catatan dari dosen ketika kuliah. Apabila dalam diskusi dengan teman dan dosen, mereka menemukan sebuah pengetahuan yang baru, langsung ditulis di kolom bawahnya.

Pembagian tiga dan bagian utama yang harus ditulis

Cara note-taking bagian kedua dan seterusnya

Langkah yang kedua adalah menuju jurnal internasional yang sudah siap kita baca. Sebelum membaca jurnalnya, di lembar pertama yang sudah kita buat bagi tiga tadi, tuliskan reference atau bibliography nya, seperti misalnya nama penulis, judul jurnal, tahun terbit, institusi dan yang lainnya. Ini sangat penting mengingat nanti ketika kita diskusi atau bicara dengan orang lain, kita memiliki data dan faktanya. Berikutnya adalah sebelum membaca, kita tuliskan structure dari jurnalnya, mulai dari Introduction hingga conclusion. Tuliskan setiap sub judul yang akan dibaca lebih dahulu, ini fungsinya untuk memahami secara keseluruhan mengenai isi jurnal yang akan kit abaca.
Langkah ketiga adalah membaca bagian yang terpenting dalam jurnal. Bagi saya, bagian terpenting jurnal adalah Abstract, Introduction, Methodology dan Conclusion. Nah keempat bagian itu perlu berkali-kali dibaca, hingga kita benar-benar paham mengenai isi jurlanya karena inti dari jurnal ada pada empat bagian itu.
Langkah terakhir adalah note-taking atau mencatat bagian bagian penting. Seperti yang awal sudah saya katakana bahwa menuliskan ide yang sudah kita baca sangatlah penting, namun bagaimana cara menuliskanya itu perlu strategi. Usahakan maksimal satu paragraph adalah satu kalimat kita sendiri, tuliskan dan rangkum dengan menggunakan kalimat sendiri. Salah satu ciri bahwa kita sudah memahami isi dari setiap paragraph adalah kita dapat menuliskannya sendiri. Begitu dan seterusnya ketika membaca bagian yang lain.
Langkah terakhir adalah hilangkan pengganggu. Usahakan kita dalam kondisi yang sangat tenang dan nyaman ketika membaca. Kalau bacaannya sudah mulai serius seperti jurnal internasional, alangkah baiknya menonaktifkan handphone selama waktu membaca. Atau minimalnya mematikan paket data internet, terkadang notifikasi facebook atau social media yang lainnya selalu menghilangkan kenikmatan dalam membaca.
Pada akhirnya, saya mendapatkan hobi baru yang dapat membuat saya sangat tenang dan nyaman. Saya selalu bahagia ketika berhasil menyelesaikan dan membaca salah satu jurnal internasional. Karena pada dasarnya salah satu hasil dari pendidikan adalah bertambahnya ilmu pengetahuan dan berubahnya pola perilaku, dan jurnal internasional sudah berhasil merubah pola pikir dan perilaku saya secara perlahan.
Semoga tips membaca jurnal ini dapat bermanfaat.

Beautiful autumn in University of York


Episode 1 Sepucuk Surat dari Manchester
Episode 2 Ketika pete Indonesia dimakan orang Yunani
Episode 3 Indahnya Sholat Idul Adha di Inggris
Episode 4 Ramahnya orang Yorkshire, Inggris
Episode 5 Gimana kehidupan mahasiswa S2 di Inggris?
Episode 6 Satu menit yang sangat berharga
Episode 7 Tips membaca jurnal internasional
Episode 8 Tips presentasi dalam bahasa Inggris

5 komentar:

  1. Good job Kak Asep. Tulisannya bermanfaat :)

    BalasHapus
  2. bagus aseep, menginpirasi dan bermanfaat. Yang lebih keren itu tips baca jurnalnya.

    Makasih tipsnyaa.

    BalasHapus
  3. Well done Asep
    Keep up the good job !
    Thank you so much for this fantastic information,
    It is totally help,
    You are the real hero !

    BalasHapus